CAHAYA AI DARI LERENG AMBARAWA: OPTIMALISASI ECRC MENUJU GENERASI BERANI BICARA
Oleh: Uyun Mihrozan Nissa, S.Pd._SMPN 6 Ambarawa

Terbaik 1 GTK Dedikatif Guru SMP, Apresiasi GTK 2025, Provinsi Jawa Tengah
JUDUL KARYA: Cahaya AI dari Lereng Ambarawa: Optimalisasi ECRC (Elsa Speak, Chatgpt, Runway, Capcut) Menuju Generasi Berani Bicara dalam Pembelajaran Bahasa Inggris SMP di Daerah Atas dengan Semangat Tanpa Batas

CaGuru Bahasa Inggris SMPN 6 AMbarawa ini menjadi Juara 1 pada Apresiasi GTK Tahun 2025 Provinsi Jawa Tengah Kategori GTK Dedikatif Guru SMP dengan mengusung tema Digitalisasi Pembelajaran dalam keterbatasan sekolah kecil yang masih berstatus Sekolah Satu Atap. Aplikasi yang digunakan adalah Elsa Speak untuk mengetahui presentase kemampuan speaking siswa, Chat GPT yang digunakan untuk membuat dialog dengan tema yang telah ditentukan pada pembelajaran pertama, kemudian di pembelajaran kedua dan ketiga tema bebas. Dua aplikasi lain adalah Runway untuk merubah foto menjadi video bergerak serta Capcut sebagai alat untuk dubbing atau pengisian suara menggunakan dialog yang telah dibuat siswa. Selain itu, siswa dapat membuat video sesuai dengan kreativitas mereka,

Berikut ini intisari dari best practice yang dibuat oleh Bu Uyun, sebagai gambaran bagaimana beliau memanfaatkan keempat aplikasi tersebut dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Situasi (Kondisi yang Melatarbelakangi Praktik Baik)
Praktik baik ini dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan signifikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya keterampilan berbicara (speaking). Secara umum, peserta didik menunjukkan rasa takut salah atau diejek saat diminta berbicara, yang secara langsung menghambat partisipasi aktif mereka. Hal ini diperparah dengan keterbatasan kosakata dan pemahaman struktur bahasa yang mereka miliki. Data hasil penilaian menunjukkan bahwa 25 dari 52 siswa belum mencapai ketuntasan dalam penilaian speaking. Selain masalah akademik, aspek karakter pun menjadi perhatian serius, di mana nilai karakter pada rapor pendidikan sekolah menurun menjadi 3,25 dari tahun sebelumnya. Kondisi ini diperburuk dengan fakta bahwa sekolah berada di daerah pegunungan, yang membawa tantangan implementasi AI berupa keterbatasan infrastruktur, jaringan internet, dan pemahaman teknologi dasar, sehingga membutuhkan pendekatan yang strategis dan adaptif.
Tantangan (Hambatan Utama dan Akar Masalah)
Berdasarkan situasi tersebut, terdapat lima tantangan utama yang harus dihadapi. Tantangan pertama terletak pada aspek kognitif siswa, yaitu keterbatasan kosakata dan struktur kalimat yang harus diucapkan secara spontan saat mereka mencoba berkomunikasi. Kedua, tantangan teknis dan pedagogis, mencakup pemilihan platform AI yang tepat yang dapat berfungsi optimal meskipun dengan kesiapan teknologi dan infrastruktur yang terbatas di daerah pedesaan. Ketiga dan terpenting, adalah mengatasi aspek psikologis siswa, yaitu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta didik agar berani mencoba. Terakhir, guru juga harus memastikan aspek keamanan dan etika penggunaan AI telah terinternalisasi dengan baik dalam proses pembelajaran, mengingat penggunaan teknologi baru ini.

Aksi (Langkah-Langkah Implementasi Praktik Baik)
A. Pendahuluan (Berkesadaran, Bermakna)
Kegiatan dimulai dengan tahapan pendahuluan yang berfokus pada pembangunan kesadaran dan makna pembelajaran. Guru mengawali dengan Doa, dilanjutkan dengan Apersepsi untuk menghubungkan materi lama dengan materi baru, Presensi, dan diakhiri dengan Ice Breaking yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan membangun lingkungan belajar yang rileks serta menggembirakan sebelum memasuki materi inti.
Kegiatan Inti (Berkesadaran, Menggembirakan) – Model Proyek
Inti dari praktik baik ini menggunakan pendekatan berbasis proyek, berfokus pada pembelajaran yang berkesadaran dan menggembirakan. Tahapan dimulai dengan Pertanyaan Mendasar untuk menstimulasi pemahaman konsep (memahami), dilanjutkan dengan fase perencanaan yang melibatkan Perencanaan Video dan Menyusun Jadwal kerja kelompok (mengaplikasi). Selama proses berjalan, guru melakukan Monitoring (mengaplikasi) secara berkala. Puncak aksi adalah Menguji Hasil (presentasi produk) oleh siswa (mengaplikasi), yang ditutup dengan Evaluasi (merefleksi). Evaluasi ini dilakukan melalui tiga cara refleksi: refleksi menulis pada Google Drive, refleksi manual pada kertas, dan refleksi lisan secara langsung setelah setiap presentasi untuk mendapatkan umpan balik segera.

Penutup
Sesi pembelajaran diakhiri dengan Refleksi atau Umpan Balik menggunakan sticky note, yang memungkinkan siswa memberikan masukan secara anonim dan jujur. Guru kemudian Menyimpulkan Pembelajaran untuk menguatkan konsep yang telah dipelajari, dan menutup dengan Penyampaian Pembelajaran Selanjutnya sebagai persiapan untuk pertemuan berikutnya.
Alasan mengapa metode ini efektif
1. Meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kepercayaan diri peserta didik dalam speaking.
2. Teknologi AI memberikan pengalaman belajar menarik dan mendorong latihan mandiri.
3. AI memberikan umpan balik instan untuk memperbaiki pronunciation, intonation, accuracy dan fluency.
4. Meningkatkan keterampilan literasi digital peserta didik.
Pelajaran yang dapat diambil (Lesson Learned)
- AI efektif sebagai alat bantu, bukan pengganti guru
- Pembelajaran interaktif meningkatkan motivasi peserta didik.
- Peserta didik lebih percaya diri berlatih tanpa takut dikoreksi.
- Kombinasi AI dan metode tepat meningkatkan efektivitas belajar.
- Evaluasi dan umpan balik penting untuk konsistensi speaking.
Rencana Tindak Lanjut
Evaluasi berkelanjutan dengan penilaian berbasis praktik serta kolaborasi dengan guru BK juga penting untuk mengidentifikasi kendala non-akademik yang memengaruhi performa siswa.
Berdasarkan hasil evaluasi, meskipun telah terjadi peningkatan nilai rata-rata speaking sebesar 15,72%, kemampuan siswa di daerah pegunungan masih belum mencapai ketuntasan.
Kelompok belajar kecil untuk meningkatkan interaksi, serta memberikan penguatan motivasi dan kepercayaan diri melalui kegiatan seperti English Day.
Penggunaan teknologi sederhana seperti rekaman suara atau aplikasi offline dapat menjadi alternatif latihan pronunciation dan fluency.



