Duta Literasi Goes to School: Belajar Storybook berbasis AI bersama Gugus Gatot Subroto Pringapus

Pringapus, 5 Oktober – Kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) di Gugus Gatot Subroto Prigapus agak sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini, pengurus KKG bekerjasama dengan satu komunitas literasi di Kabupaten Semarang, yaitu Duta Literasi. Dalam rangkaian kegiatan “Duta Literasi Goes to School”, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat guru untuk menjadi pegiat literasi di sekolah, karena guru memiliki peran strategis yang menjadi kunci peningkatan kemampuan literasi siswa.
Bertajuk Pelatihan Pembuatan Storybook Menggunakan AI, kegiatan diawali dengan sambutan dari KKG Gugus Gatot Subroto, Joko Susanto, S.Pd.SD., M.Pd. Beliau berharap, kegiatan ini akan menghasilkan karya yang langsung bisa digunakan guru di sekolah. KKG bisa melakukan kerjasama dengan Duta Literasi jika hasil karya guru ingin diterbitkan. Korwilcam Biddik Pringapus, Eko Yuliyanto, S.Pd., M.Pd., juga menyambut baik kegiatan KKG yang out of the box seperti yang dilaksanakan di Gugus Gatot Subroto. Kegiatan seperti ini perlu digiatan sebagai bentuk kepedulian KKG terhadap kompetensi guru. Selanjutnya, 81 peserta pelatihan dari KKG Gatot Subroto menyimak pemaparan dari dua narasumber Duta Literasi Kabupaten Semarang.

Pertama, Tri Astuti Ari Winarti, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan materi Menciptakan Storybook Anak yang Menginspirasi dan Edukatif. Materi ini mencakup pembahasan mendalam mengenai empat topik kunci, yaitu menggali esensi storybook anak, teknik menulis cerita yang “menangkap” hati anak, kolaborasi teks & visual: kekuatan ilustrasi, dan memoles dan menyajikan karya. Secara spesifik, beliau juga menekankan peran storybook dalam pendidikan karakter—seperti mengenalkan nilai-nilai karakter, mengembangkan empati dan pemahaman emosi, hingga menjadi media pembelajaran yang menarik—serta memaparkan teknik menulis cerita yang menangkap hati anak, yang meliputi cara menemukan ide yang relatable dan orisinal, menciptakan tokoh yang kuat dan disukai, serta alur cerita (plot) yang dinamis.

Pemateri kedua, Eko Endarmoko, S.Kom. M.Kom., Guru Kreatif Era Digital: Membuat Storybook Anak dalam Hitungan Menit dengan AI. Materi inti pelatihan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai “Asisten Kreatif” bagi guru. Para peserta diajak untuk memahami konsep dasar AI dalam konteks kreatif, khususnya dalam pembuatan storybook. Sesi ini juga menekankan pentingnya menguasai seni menulis Prompt Efektif—yaitu perintah spesifik yang diberikan kepada AI—untuk menghasilkan keluaran yang optimal. Bagian praktis (hands-on) dalam pelatihan ini memperkenalkan dan mengajarkan penggunaan tiga alat AI yang dinilai paling ramah guru dan mudah diaplikasikan. Tujuan akhirnya adalah agar para peserta mampu mengintegrasikan hasil AI tersebut menjadi media pembelajaran yang siap pakai dan dapat langsung digunakan di kelas.
Peserta nampak antusias pada saat sesi praktik pembuatan storybook menggunakan AI. Menggabungkan teori yang diberikan kedua narasumber, peserta pelatihan menuangkan ide dan kreativitas menjadi sebuah cerita edukatif dan bermakna. Harapannya, hasil karya peserta dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran di sekolah, menguatkan karakter, menyebarkan makna dan nilai kebaikan melalui cerita.



