BANGGA MENJADI SPALA BANGGA MENJADI AMBARAWA

Matahari memancarkan teriknya, seolah merestui semangat yang membara di bawahnya. Hari Minggu, 31 Agustus 2025 menjadikan jalanan kota Ambarawa berubah menjadi panggung raksasa, tempat ribuan pasang mata menanti sebuah perhelatan akbar. Bukan sekadar arak-arakan biasa, melainkan sebuah narasi visual yang hidup sebagai “Sinergitas dan Kepedulian untuk Mewujudkan Indonesia Maju”.
Kontingen SMP Pangudi Luhur Ambarawa ikut memeriahkan Acara Karnaval Budaya Kabupaten Semarang dan Hari Jadi ke-320 Kota Ambarawa dengan dentuman drum dan suara perkusi yang berirama tegas dari Gita SPALA mengawali barisan dengan irama yang sama, langkah yang seragam, dan menjadi simbol dari satu tujuan untuk dicapai. Barisan tegap Paskibra yaitu Bhadikra Jaksara yang berarti Ahli Bahasa yang bisa dan berani melangkah dengan gagah, melambangkan kehormatan dan semangat nasionalisme yang menjadi landasan dari tiap langkah yang diambil. Karnival SPALA datang menyapa dengan segala keunikannya.
Tabuhan gendang dan alat tradisional mulai mengisi udara dan mengalunkan musik merdu. Menyatukan keharmonisan dengan gerak gemulai para penari untuk mengingatkan kita akan budaya Indonesia yang kuat. Budaya kita warisan mulia, mengikat bangsa penuh harmonia, jadi fondasi, jadi cahaya, harumkan negeri di dunia raya.
Alunan musik orkes yang memainkan melodi megahnya, menciptakan suasana dengan instrumental indah dan tenang namun penuh semangat. Pembangun Negeri Siap Beraksi mengharmoniskan gerakan barisan profesi yang melintas. Para arsitek, petani, pekerja seni, dan lainnya bersinergi berjalan berdampingan, menunjukkan peran vital dalam setiap profesi dalam membangun bangsa. Insan Olahraga Raih Prestasi. Tak kalah semangat, para atlet dari berbagai cabang olahraga membuktikan bahwa dedikasi dan pantang menyerah adalah kunci untuk meraih prestasi. Penjaga Budaya Teguh Berdiri. Aroma sedap seolah menyebar saat tumpeng raksasa melintas di sepanjang jalan. Tumpeng dengan lauk pauk yang lengkap melambangkan kemakmuran dan keberkahan serta semangat gotong royong dalam kebersamaan. Indonesia Jaya di Muka Bumi!
Gemuruh suara dari perpaduan alat musik para pemain ASPAL Band mengiringi langkah barisan yang paling dinanti. Tiga Pilar Satu Tujuan, Majukan Bangsa Tanpa Keraguan, Rakyat Sejahtera, Negara Kuat, Indonesia Hebat dan Bermartabat. Barisan DPR, Rakyat, dan Pejabat Pemerintah berjalan beriringan saling bahu membahu. Wujud nyata dari sinergi antara pembuat kebijakan dan masyarakat. Sebuah janji untuk saling mendengarkan dan bekerja sama demi kepentingan bangsa.
Barisan Pramuka dan Ormas menunjukkan komitmen dalam melayani dan peduli terhadap sesama dan menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan. Kehadiran tentara, polisi, dan pamong budaya menjadi kesatuan yang mempresentasikan perlindungan dan pengayoman. Di mana kekuatan, keamanan, dan penjaga budaya bersatu untuk menjaga kedaulatan dan identitas bangsa. Mereka adalah penjaga utama yang memastikan bahwa Indonesia tetap aman dan budayanya tetap lestari.
Akhirnya, Kontingen SMP Pangudi Luhur Ambarawa berkumpul dalam satu barisan di panggung utama membentuk formasi yang utuh. Seluruh elemen masyarakat, dari berbagai latar belakang dan peran, bersatu dan bersinergi dalam satu bingkai kebersamaan. Karnaval ini bukan sekedar parade melainkan sebuah narasi hidup tentang bagaimana sinergitas dan kepedulian dari setiap individu dan kelompok adalah kekuatan sejati untuk menggerakkan Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Dan yang tak kalah menariknya, SPALA menunjukan sinergi yang luar biasa itu dengan formasi yang unik, berbeda dari peserta kirab lainnya. Barisan SPALA membentuk tulisan “HUT RI 80 – 320 AMB – SPALA” yang dipersembahkan khusus dalam kegiatan ini. SPALA juga mempersembahkan lagu sebagai kado terindah untuk Kota Ambarawa tercinta, ciptaan Wahyu Setyo Widodo, S.Pd. (Guru Bahasa Jawa SPALA) dan Dominicus Yohan Permadi, S.Si., S.Pd. (Guru Seni Musik SPALA) dengan judul “AMBARAWA” yang dikumandangkan secara serentak oleh seluruh barisan dari kontingen SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Jingle Ambarawa ini mengundang seluruh masyarakat Ambarawa turut bernyanyi bersama. Banyak afirmasi baik yang disampaikan dan didengar terkait dengan persembahan warga SPALA ini (Ig: smplambarawa). Bukti bahwa semua bangga, BANGGA MENJADI SPALA DAN BANGGA MENJADI AMBARAWA! ( Panitia Ambarawa Culture Carnival – SMP Pangudi Luhura Ambarawa)

Lirik:
Jingle AMBARAWA
Cipt. Wahyu Setyo Widodo, S.Pd. dan D. Yohan Permadi, S.Si., S.Pd.
Di kaki gunung megah terpandang
Kota Palagan indah dan tenang
Sejarah hidup di setiap jalan
Rel kereta jadi kenangan
Rawa pening membentang luas
Pesona alam hatipun puas
Kota kecil penuh cerita
Kota kita Ambarawa
Aku dan Kamu? Ambarawa
Kita semua? Ambarawa
Bangga menjadi? Ambarawa
S’lamanya di hati…. AMBARAWA



