Mencegah Korupsi Sejak Dini: Penyuluhan Pelajar Antikorupsi JENJANG smp
Bandungan, 12 November 2025 — Inspektorat Daerah Kabupaten Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Antikorupsi pada Jenjang SMP dan MTs, tanggal 11-14 November 2025. Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk menanamkan sikap-sikap antikorupsi pada siswa SMP dan MTs. Bertempat di SMPN 1 Bandungan, kegiatan diawali sambutan Kepala Sekolah, Asih Susatyo, S.Pd., M.Pd., yang mengucapkan selamat datang kepada petugas penyuluh anti korupsi di SMPN 1 Bandungan. Beliau berpesan kepada anak-anak untuk mencermati dan memperhatikan materi sehingga bisa mengimbaskan kepada teman-teman lainnya. Sejumlah 40 siswa yang berkesempatan hadir secara langsung, merupakan perwakilan dari semua kelas. Mereka nantinya akan bertindak sebagai Tunas Integritas di sekolah.

Kegiatan inti dipandu oleh Umi Halimah Saadah, M.S.I, Pengawas Madrasah dari Kemenag. Narasumber yang merupakan Penyuluh Antikorupsi Pertama (Anggota KOMPAK API Jateng), mengawali kegiatan dengan menyapa siswa dan membangkitkan semangat anak-anak untuk memahami apa itu korupsi dan sikap-sikap apa yang harus dilakukan untuk mencegah korupsi sejak dini. Siswa diajak untuk nonton video bersama, yang mencerminkan sikap anak-anak di sekolah yang mampu mencegah perbuatan yang tidak mencerminkan integritas. Kemudian diuraikan juga 9 nilai integritas KPK. JUJUR, PEDULI, MANDIRI, DISIPLIN. TANGGUNG JAWAB, KERJA KERAS, SEDERHANA, BERANI, ADIL. selain definisi nilai tersebut juga diberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengikuti pemaparan materi dengan hikmat dan serius. Awalnya suasana cukup tegang, mungkin karena narasumber dari luar yang belum familiar. Namun, narasumber berhasil menyampaikan materi dengan baik sehingga anak-anak akhirnya bisa mengikuti dengan lebih santai.
Selanjutnya siswa dibagi menjadi 9 kelompok. Masing-masing diberi lembar kerja untuk menuliskan contoh-contoh perilaku terkait 9 nilai integritas tersebut. Tiga kelompok terpilih diminta mempresentasikan hasil diskusi di depan. Nilai yang disampaikan adalah nilai tanggung jawab, jujur, dan disiplin. Anggota kelompok yang presentasi mendapatkan souvenir pembatas buku. Kegiatan presentasi diakhiri dengan refleksi dari narasumber.

Kegiatan kedua hari ini dilaksanakan di SMPN 1 Sumowono. Kepala sekolah, yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah, Drs. Sugiharto, M.Pd. memberikan pesan kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan dengan baik, sebagai bekal kelak pada saat dewasa. Tujuannya adalah agar terhindar dari korupsi.
Sejumlah 41 siswa, perwakilan pengurus OSIS dan Ketua Kelas VII, mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat. Saat pemaparan materi, peserta merespon dengan aktif dan menjawab setiap pertanyaan narasumber. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan diskusi kelompok terkait 9 nilai integritas tersebut. Kelompok yang presentasi menyampaikan tentang nilai peduli, kerja keras, dan sederhana.
Sebelum penutupan, ada satu peserta bertanya mengapa kasus korupsi di Indonesia sulit dibuktikan. Narasumber menyampaikan bahwa sulitnya karena korupsi dilakukan sekelompok orang yang saling melindungi. Peserta kedua, Mas Dika. Bagaimana cara paling efektif memberantas korupsi. Pertama melalui pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Yang paling efektif dari diri sendiri.

Kepala Sekolah, Sri Utami, M.Si., menutup kegiatan dengan harapan anak-anak bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan. Tidak hanya pintar akademik tetapi juga yang menjunjung kejujuran, berkarakter dan berakhlak mulia. Punya kesadaran moral, bahwa korupsi bisa merusak tatanan nilai di masyarakat. Sudah diterapkan kantin kejujuran. Lingkungan yang sehat memiliki profesionalisme dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan. Terutama pengurus osis. Garda depan dalam penerapan ilmu antikorupsi. Harus menjadi contoh pada teman-teman yang lain.



