MENGULIK PM DAN KKA DALAM WEBINAR PERSEMBAHAN PSLCC PGRI KABUPATEN SEMARANG
Antusiasme pendaftar membuat panitia ‘Webinar Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Bagi Guru dalam rangka HUT Ke-80 PGRI dan HGN Tahun 2025’ merasa bangga dan bahagia. Bagaimana tidak. Kegiatan yang awal diumumkan hanya diminati oleh sekitar 50-an pendaftar, menjelang hari H dipadati oleh pendaftar sejumlah 850 an pendaftar.

Hari pertama, materi yang disampaikan adalah mengenai Pembelajaran Mendalam. Narasumber materi tersebut adalah Khafiq Andri Prasetyo, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan materi tentang pola Pikir Bertumbuh. Narasumber kedua, Eko Endarmoko, S.Kom., M.Kom., menyampaikan tentang konsep dan kerangka Pembelajaran Mendalam. Kegiatan dipandu oleh moderator Lia Puji Lestari, S.Pd.AUD, M.Pd.Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, Joko Susanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan segala sesuatu terkait pelaksanaan kegiatan, meliputi latar belakang, tujuan, jumlah peserta, serta kepantiaan webinar. Berikutnya, Ketua PGRI, Eko Lesmono, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan Webinar PM dan KKA bagi Guru tersebut. Beliau memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara webinar, dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara kontinyu pada masa yang akan datang.

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga melebihi waktu yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari paparan materi hari pertama adalah bahwa di era digital yang serba cepat ini, metode pembelajaran konvensional saja tidak lagi cukup. Diperlukan sebuah pendekatan yang mampu menggali potensi dari setiap individu, memotivasi mereka untuk berpikir kritis, dan mengasah kreativitas. Pendekatan itulah yang kita kenal sebagai pembelajaran mendalam atau deep learning. Pembelajaran mendalam bukan sekedar tentang menghafal informasi, melainkan tentang memahami konsep secara menyeluruh, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dengan kata lain, kita berupaya mengubah siswa dari sekedar penerima informasi menjadi pencipta pengetahuan.

Kegiatan webinar dilanjutkan keesokan siangnya, dengan dua materi. Pertama adalah Implementasi Pembelajaran Koding untuk Mengembangkan 8 Dimensi Profil Lulusan yang disampaikan oleh Eka Yudha Ardiyanto, S.Pd., M.Pd. Materi kedua disampaikan oleh Merta Irawan, S.Pd., M.Kom., bertajuk Kecerdasan Artifisial Membuat Dunia Belajar yang semakin Cerdas.

Kesimpulan dari pemaparan materi hari kedua adalah sebagai berikut. Pertama, pembelajaran Koding bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan dukungan sarpras di masing-masing sekolah, bisa internet based, plugged, maupun unplugged. Kita hanya perlu terus menggali cara-cara inovatif dalam mengajrkan koding kepada putra-putri kita. Kedua, kecerdasan artifisial bisa sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, namun harus digunakan dengan bijak, memperhatikan etika dan juga memahami dengan baik akan bahaya dan cara mengamankan data diri kita.
Webinar yang dilaksanakan selama dua hari diprakarsai oleh anak lembaga PGRI Kabupaten Semarang, yaitu PSLCC (PGRI Smart Learning and Character Center) yang concern dengan peningkatan kompetensi guru terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.
Harapan kami semoga kegiatan ini bermanfaat untuk bapak ibu guru khususnya dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Serasi tercinta. (TA)



